Tentang — Solopreneur sejak 2022
Aku membangun sistem, dan menjalankannya juga.
Aku Alif Nugraha, full-stack developer yang membawa platform commerce dari wireframe pertama sampai server production — dan tetap tinggal untuk menjaganya berjalan.
Kebanyakan agensi membangunkanmu toko. Aku membangunkanmu sistem. Bedanya terasa belakangan — saat volume order tiga kali lipat, inbox membanjir, dan platformmu tetap bekerja seolah tidak terjadi apa-apa.
Aku menjalankan Alif Nugraha Studio sebagai praktik independen — mengerjakan toko online, situs company profile, aplikasi bisnis internal seperti CRM dan HRIS, sampai custom software untuk klien di pasar Indonesia, Malaysia, dan AS. Artinya aku yang menulis proposalnya, mendesain UI-nya, membangun full stack-nya, men-deploy ke server, dan membalas pesan support-nya — sering kali di project yang sama.
AI bukan fitur yang kutempel di akhir. Kudesain sejak baris arsitektur pertama: chatbot customer service yang dilatih dari data klien sendiri, sistem RAG yang menjawab dari dokumen dan inventori live, dan workflow otomatisasi yang diam-diam mengerjakan operasional yang seharusnya tidak dikerjakan manusia.
Aku bekerja async-first dan remote, dan memakai agentic tooling — Claude Code, Cursor — untuk bergerak cepat tanpa menurunkan kualitas kode. Situs yang sedang kamu baca ini dirender di server, di edge (Cloudflare Workers). Standar yang sama kuterapkan ke setiap pekerjaan klien.
Saat ini
- Membangun sistem commerce AI-native di bawah Wee·Commerce
- Merawat NexaMart sebagai proof-of-work yang selalu live
- Terbuka untuk 2 project baru kuartal ini
Melayani global
Sudah merilis karya di tiga pasar — terbuka untuk klien di mana pun.
Cara kerjaku
- Async-first, terdokumentasi rapi
- Per milestone — kamu approve tiap tahap
- Satu titik kontak — tanpa oper-operan
[01] — Cara kerjaku
Enam fase, tanpa black box.
Setiap project mengikuti jalur yang sama — dibuat untuk menghilangkan ambiguitas, melindungi investasimu, dan rilis tepat waktu.
01 — Discovery
Aku pelajari model bisnis, pelanggan, dan pain point-mu sebelum mengusulkan apa pun. Tidak ada solusi generik.
02 — Proposal
Scope, timeline, dan investasi yang pasti — tertulis, termasuk apa yang tidak dikerjakan dinyatakan sama jelasnya.
03 — Desain & build
UI/UX dulu, lalu development full-stack. Kamu melihat preview staging sepanjang proses — tanpa black box.
04 — Integrasi AI
Training chatbot dari datamu, konfigurasi RAG, setup otomatisasi — diuji dengan pertanyaan dunia nyata.
05 — Launch
QA, cek performa, dan deployment. Tidak ada yang tayang sebelum kamu menyetujuinya.
06 — Retain
Perawatan opsional: maintenance, re-training AI saat katalogmu tumbuh, dan tuning workflow.
[02] — Toolkit
Yang kupakai untuk membangun.
Frontend
- React
- Next.js (App/Pages)
- TypeScript
- Tailwind CSS
- shadcn/ui
- Framer Motion
- GSAP
- HTMX
Backend & data
- Go
- Node.js
- REST APIs
- Supabase / Postgres
- Firebase
- Prisma
- Modern PHP
- SQLite
AI & otomatisasi
- Claude API
- Gemini API
- OpenAI API
- RAG patterns
- Multi-agent systems
- n8n
- Prompt engineering
Mobile & desktop
- Flutter
- Python
- Desktop executables
- Automation scripts
Infra & delivery
- Docker
- VPS deployment
- Cloudflare Workers
- Playwright
- Git
- TanStack Query
Agentic tooling
- Claude Code
- Cursor
- OpenCode
- LocalMCP
- Pantheon
Mau gambaran lengkap yang kupakai sehari-hari?